Adolf Eichmann Otto adalah Petugas SS tingkat tinggi (SS-Obersturmbannführer, sebanding
dengan Letnan Kolonel).
Eichmann dibebankan tugas memfasilitasi dan mengelola logistik deportasi massal
ke ghetto Yahudi dan kamp pemusnahan di Jerman yang diduduki Eropa Timur. Yang berperan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembantaian orang Yahudi di Jerman, Polandia, Hungaria, dan beberapa
negara lain sebelum dan selama terjadinya Perang Dunia II. Di akhir perang, dia
melarikan diri ke Argentina dimana dia hidup dan bekerja menggunakan identitas
palsu yakni Ricardo Klement
(Clement) sampai Mei 1960 saat agen-agen
Intelijen Israel yakni Mossad berhasil menculiknya keluar dari Argentina.
Pengakuan terhadap pemerintahan baru berarti
suatu sikap, pernyataan atau kebijakan untuk menerima suatu pemerintah sebagai
wakil yang sah dari suatu negara dan pihak yang mengakui siap melakukan hubungan
internasional dengannya.
Terhadap permasalahan apakah pengakuan
merupakan syarat mutlak yang harus diperoleh oleh pemerintah baru, beberapa
teori mencoba untuk menjelaskannya.
Pengakuan terhadap negara baru adalah suatu pernyataan atau sikap dari suatu pihak
untuk mengakui eksistensi suatu entitas politik baru sebagai negara baru,
subyek HI dengan hak-hak dan kewajiban yang melekat padanya, di mana dengan
pengakuan itu berarti bahwa pihak yang mengakui siap bersedia melakukan
hubungan dengan pihak yang diakui.
Dilihat dari bentuknya, pengakuan
dapat dibedakan menjadi:
1.Pengakuan
terhadap negara baru
Jelas, pengakuan ini
diberikan kepada suatu negara (entah berupa pengakuan de facto maupun de
jure).
2.Pengakuan
terhadap pemerintah baru
Dalam hal ini
dipisahkan antara pengakuan terhadap negara dan pengakuan terhadap
pemerintahnya (yang berkuasa). Hal ini
biasanya terjadi jika corak pemerintahan yang lama dan yang baru sangaat
kontras perbedaannya.
3.Pengakuan
terhadap belligerency
Pengakuan ini mirip
dengan pengakuan sebagai pemberontak. Namun, sifat pengakuan ini lebih kuat
daripada pengakuan sebagai pemberontak. Pengakuan ini diberikan bilamana
pemberontak itu telah demikian kuatnya sehingga seolah-olah ada dua
pemerintahan yang sedang bertarung.
Konsekuensi dari pemberian pengakuan ini, antara lain, beligeren dapat
memasuki pelabuhan negara yang mengakui, dapat mengadakan pinjaman, dll.
4.Pengakuan
terhadap representative organization
5.Pengakuan
terhadap perolehan tambahan territorial
Bentuk pengakuan ini
bermula dari peristiwa penyerbuan Jepang ke Cina. Peristiwanya terjadi pada
tahun 1931 di mana Jepang menyerbu Manchuria, salah satu provinsi Cina, dan
mendirikan negara boneka di sana (Manchukuo). Padahal Jepang adalah salah satu
negara penandatangan Perjanjian Perdamaian Paris 1928 (juga dikenal sebagai Kellogg-Briand
Pact atau Paris Pact), sebuah perjanjian pengakhiran perang. Dalam perjanjian itu terdapat ketentuan yang
menegaskan bahwa negara-negara penanda tangan sepakat untuk menolak penggunaan
perang sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan politik. Dengan demikian maka
penyerbuan Jepang itu jelas bertentangan dengan perjanjian yang ikut
ditandatanganinya. Oleh karena itulah, penyerbuan Jepang ke Manchuria itu
diprotes keras oleh Amerika Serikat melalui menteri luar negerinya, Stimson, yang menyatakan bahwa Amerika
Serikat “tidak mengakui hak-hak teritorial dan situasi internasional baru” yang
ditimbulkan oleh penyerbuan itu. Inilah
sebabnya pengakuan ini juga dikenal sebagai Stimson’s Doctrine of
Non-Recognition.